Setelah Vaksin Kok Malah Sakit? Cek Faktanya!

Setelah Vaksin Kok Malah Sakit? Cek Faktanya!

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menganjurkan masyarakat untuk vaksin guna menekan penyebaran Covid-19. Terdapat beberapa vaksin yang mendapatkan izin dari lembaga kesehatan nasional dan internasional, salah satunya ialah CoronaVac (Sinovac). Sinovac telah mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Kendati demikian, masih ada masyarakat yang takut untuk divaksin lantaran mendengar kabar bahwa pasca vaksin, tubuh menjadi lebih gampang sakit. Benarkah?

Hal ini disebut dengan KIPI yang merupakan singkatan dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. KIPI adalah gejala medis tidak diinginkan dan diduga berkaitan dengan vaksinasi. Contohnya yakni saat pasien mengalami efek samping setelah penyuntikan vaksin Sinovac. Dilansir dari detikhealth.com, Kepala BPOM Penny K Lukito mengungkapkan memang terdapat beberapa efek samping ringan hingga sedang yang ditemukan selama uji klinis Sinovac dan hal ini tidak terjadi kepada semua pasien.
Beberapa efek samping tersebut, diantaranya:

  1. Nyeri otot
  2. Kemerahan
  3. Pembengkakan
  4. Iritasi
  5. Kelelahan
  6. Demam

Penny menambahkan, efek samping tersebut tidak berbahaya dan dapat pulih seiring dengan berjalannya waktu. Guna meminimalisir KIPI vaksin Sinovac, masyarakat dihimbau untuk menunggu minimal 30 menit setelah penyuntikan untuk dilakukan monitoring dan jika KIPI muncul dapat segera ditangani.

Penny menambahkan, efek samping tersebut tidak berbahaya dan dapat pulih seiring dengan berjalannya waktu. Guna meminimalisir KIPI vaksin Sinovac, masyarakat dihimbau untuk menunggu minimal 30 menit setelah penyuntikan untuk dilakukan monitoring dan jika KIPI muncul dapat segera ditangani.

Penulis: Lydia Desi Christina Wati
Source: detikhealth.com
Source Gambar: freepik.com
Korektor : Anugrah Tri Ramadhan

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: