HARI DISABILITAS, UBAH INSECURE JADI BERSYUKUR

Difabel (different ability—kemampuan berbeda) didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan dalam menjalankan aktivitas berbeda bila dibandingkan dengan orang-orang kebanyakan, serta belum tentu diartikan sebagai “cacat” atau disabled. Keterbatasan inilah yang perlu kita hargai, ketika seseorang tidak memiliki kesempurnaan secara fisiologis.

Faktor yang mempengaruhi bertumbuhnya disabilitas ada berbagai macam, bisa karena pelayanan kesehatan yang kurang memadai, atau karena penyakit dan kondisi kesehatan tertentu, bencana alam, kecelakaan, dan penyebab lainnya. Hal ini seharusnya perlu diperhatikan oleh pemerintah agar mereka mendapatkan pelayanan yang maksimal dan juga nyaman dalam masa penyembuhan.

Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang disabilitas, dan memberikan dukungan dalam upaya meningkatkan martabat, hak serta kesejahteraan para penyandang disabilitas, tanggal 3 Desember dinyatakan sebagai Hari Disabilitas Internasional atau International Day of Persons with Disabilities (IDPWD) pada tahun 1992 oleh Majelis Umum PBB. Peringatan IDPWD juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan keuntungan dari integrasi penyandang disabiltas dalam setiap aspek kehidupan politik, sosial, ekonomi dan budaya.

Menerapkan kebijakan serupa, Presiden Indonesia Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 67 tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Penghargaan dalam Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Perpres ini diterbitkan dalam rangka memotivasi publik melindungi para difabel. Peraturan yang ditandatangani pada tanggal 8 Juni 2020 ini merupakan regulasi turunan dari Pasal 141 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Maka dari itu, hal ini perlu ditetapkan dan diperingati agar kita peka terhadap orang-orang yang memiliki keterbatasan disekitar kita. Kita harus menghargai keberadaan mereka disekeliling kita karena mereka juga memiliki hak untuk hidup dan memiliki tempat tinggal.

Dihari disabilitas ini, kita menyadarkan diri sendiri dan masyarakat agar selalu bersyukur dan bahu membahu untuk saling membantu agar tetap semangat dalam menjalankan hidup dan termotivasi terhadap hal-hal yang positif, karena setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Penulis : Elwan Adi Permadhana

Editor: Almira Felicia Anjar

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: