Reruntuhan dalam Bayang Ambisi

Reruntuhan dalam Bayang Ambisi

Bisikan angin malam begitu sunyi dalam kelam.
Membingkai kesepian dengan gelapnya bayang.
Tenggelam dalam kehampaan,
Menyelinap tak terduga,
Kehancuran mulai terbentang.
 
Bagai bayang yang tak tampak.
Hati terkubur dalam dinginnya keegoisan,
Perasaan menjadi reruntuhan tanpa makna,
Jiwa menghilang terperangkap dalam hitamnya dunia.
 
Wajah samar dalam kegelapan,
Terjerat ambisi tanpa pandang rasa.
Terkubur dalam nafsu, hati nurani mulai sirna,
Mengejar bayang kesuksesan.
Segala cara mereka lakukan, di balik sinar keberhasilan.
Puing berserakan di sepanjang jalan,
Ditinggalkan oleh langkah tak bermakna.
 
Hilangnya nurani mengukir luka tanpa senja,
Empati terkubur sirna tak tersisa.
Manusia mulai terlupa,
Hati mereka tak lagi berbicara.
 
Dalam gelapnya ambisi, nurani terkoyak.
Jejak kebaikan hilang terbawa arus zaman,
Semua hilang menjadi reruntuhan.
Perasaan terkubur, terpendam dalam gelapnya dunia.
 
Terjerat dalam nafsu dunia yang terus berputar.
Sinar cahaya putih kembali menyala,
Ada kekuatan dalam hati yang bisa menaklukkan malam.
Membujuk jiwa untuk bangkit dari kehampaan.
Cahaya kebenaran memanggil dalam kegelapan.
 
Dalam diam yang hening, mencari makna.
Melangkah di lorong kehidupan yang kelam.
Meski tersembunyi di balik kabut keputusasaan,
Tetapi tetap ada harapan yang menyala,
Cahaya menanti untuk menghiasi langit yang mendung.
 
Dalam kegelapan, mencari cahaya kebenaran.
Hadirkan kembali cahaya yang terlupakan.
Sembuhkan luka, perbaiki reruntuhan.
Menanti jiwa kembali bersinar terang.
 
Jangan biarkan kegelapan menutup mata.
Rangkullah cahaya, tebarkan kasih,
Patahkan belenggu ambisi yang membawa kepahitan.
Kembalikan kehangatan dalam dinginnya dunia.
 
Bangun,
Bangunlah dari puing-puing yang kegelapan.
Agar hati bisa berbicara lagi dengan penuh kebijaksanaan.
Sampai saatnya tiba kembalinya cahaya di ujung kegelapan.
Mengukir kisah baru, di mana jiwa kembali bersinar terang.
Jejak kebenaran menuntun ke arah kebahagiaan yang sejati.

Penulis: Dinar Emilia

Sumber gambar: freepik.com

Editor: Rahma Fadila Rahayu

Related Post

Taman Quersyla

Taman Quersyla

Dinding-dinding Istana Verloincha menjadi saksi bisu, menyaksikan kesendirian yang menghiasi kehidupan Putri Querzy Damancha. Terpaku…

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: