WASPADAI 5 PENYAKIT YANG RENTAN MENYERANG ANAK

WASPADAI 5 PENYAKIT YANG RENTAN MENYERANG ANAK

Tepat pada tanggal 15 Februari ditetapkan sebagai Hari Kanker Anak Sedunia atau Hari Kanker Anak Internasional setiap tahunnya. Tujuan ditetapkannya tanggal 15 Februari sebagai Hari Kanker Anak Sedunia adalah untuk membangun kepedulian masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyakit yang menyerang anak-anak khususnya untuk penyakit kanker.

Selain itu, ditetapkannya peringatan ini juga untuk memberikan semangat dan dukungan kepada para orang tua yang sedang berjuang membantu anak-anaknya untuk sembuh dari penyakit kanker ini agar lebih semangat dan tidak menyerah dalam mendampingi anak-anak mereka. Setiap tahunnya berbagai yayasan yang tergabung dalam CCI (Childhood Cancer Internasional) yang beranggotakan 167 organisasi yang tersebar di 90 negara di dunia ikut serta merayakan Internasional Childhood Cancer Day atau Hari Kanker Anak Sedunia ini.

Hari Kanker Anak Ini ini adalah sebuah kampanye kolaboratif global untuk meningkatkan kepedulian tentang penyakit kanker yang menyerang pada anak-anak. Momen ini digunakan sebagai sarana untuk mengajak seluruh masyarakat agar memiliki perhatian terhadap penyakit kanker khusus pada anak-anak. Selain itu moment ini juga bertujuan untuk memberikan semangat kepada anak-anak yang menderita penyakit kanker dan sedang dalam tahap penyembuhan.

Sekaligus, momen ini mendukung fakta bahwa penyakit kanker tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga menyerang anak-anak. Seperti yang terdaftar di World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, bahwa penyakit kanker terjadi lebih dari 300.000 anak disetiap tahunnya dan setiap tahun di seluruh dunia terdapat 90.000 diantaranya meninggal dunia. Angka kematian pasien kanker ini sendiri sudah mencapai 50-60 persen karena biasanya mereka datang terlambat atau sudah sampai di tahap stadium akhir.

Berdasarkan Departemen Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia terdapat 6 jenis kanker yang sering menyerang anak-anak pada umumnya, diantaranya yaitu:

  •  Leukimia

Leukemia atau kanker darah merupakan penyakit kurangnya sel darah merah karena sumsum tulang terlalu banyak memproduksi sel darah putih. Sel darah putih sendiri berfungsi sebagai sistem imun tubuh untuk melawan infeksi.

Leukimia merupakan kanker terbanyak atau tertinggi yang menyerang kepada anak-anak dengan penyebarannya yang sebanyak 2,8% per anak 100.000 anak.

  • Retinoblastoma
Sumber: aao.org

Retinoblastoma adalah kanker mata pada anak. Kanker mata ini terjadi saat sel-sel retina mata tumbuh cepat, tidak terkendali, dan merusak jaringan disekitarnya. Salah satu tanda retinoblastoma adalah mata terlihat seperti “mata kucing” saat terkena sinar. Retinoblastoma menyerang sekitar 2,4% per 100.000 anak.

  • Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah tumor yang tumbuh dari sel-sel saraf muda yang ada di berbagai area tubuh. Neruroblastoma adalah salah satu tumor yang lebih umum dialami oleh anak-anak. Anak-anak sering memiliki tumor ini sejak lahir namun sering terlambat didiagnosis. Tumor ini paling sering tumbuh di medula adrenal (bagian tengah kelenjar adrenal). Penyakit ini berpotensi sebesar 10,5% per 100.000 anak.

  • Limfoma Maligna

Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah kanker darah yang dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati). Limfoma berawal ketika sel kanker menyerang salah satu sel darah putih (limfosit) yang berfungsi melawan infeksi. Penyakit ini menyerang 0,43% per 100.000 anak.

  • Karsinoma Nasofaring

Karsinoma nasofaring atau kanker nasofaring merupakan salah satu jenis kanker yang timbul pada nasofaring, yakni area yang terletak di belakang hidung, di sebelah atas bagian belakang tenggorokan. Karsinoma ini lebih sering terjadi pada populasi belahan dunia tertentu, terutama Asia Tenggara.

  • Osteosarkoma
Sumber: kankere.com

Pasien osteosarkoma umumnya berusia muda, datang dengan keluhan nyeri tulang, yang sering disadari setelah terjadi cedera. Nyeri dapat bersifat hilang timbul, namun tidak pernah benar-benar menghilang. Umumnya, nyeri memberat di malam hari, dan dapat sudah berlangsung beberapa bulan sebelum pasien memeriksakan diri. Osteosarkoma memiliki persentase sebesar 0.97% per 100.000 anak.

Dengan jumlah tersebut, baiknya kita selalu mengawasi dan waspada akan perubahan-perubahan kecil di sekitar kita, terutama untuk anak-anak yang belum bisa mengekspresikan rasa aneh ditubuhnya. Sering lakukan medical check up juga dapat mendeteksi suatu penyakit agar dapat diketahui lebih awal.

Penulis: Nagita Kusuma Ramadhani

Editor: Almira Felicia

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: