Menyabet Kejuaraan Denok Kenang Kota Semarang dan Mawapres, Petter: Akademik dan Non Akademik Adalah Dua Hal yang Sama Penting

Berkecimpung dalam dunia organisasi mengantarkan mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) bernama Petter Hans Heavenly menemukan kepercayaan dirinya untuk berbicara di depan banyak orang serta meningkatkan kemampuan soft skills seperti kepemimpinan, manajemen waktu, dan pengelolaan emosi. Mahasiswa yang akrab disapa ‘Petter’ ini mengaku bahwa ketertarikannya pada organisasi bermula dari kesukaannya berinteraksi dengan orang lain. Perjalanannya dalam berorganisasi dimulai saat ia aktif dalam kepengurusan gereja di komunitas remaja pemuda sewaktu duduk di bangku SMP dan SMA.

Perjalanan mahasiswa kelahiran 2003 ini terus berlanjut hingga ke bangku perkuliahan. Pada tahun pertamanya di Udinus, ia bergabung dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM FIB) Udinus sebagai anggota PSDM pada tahun 2021-2022. Pada periode 2022-2023, ia menjabat sebagai Wakil Ketua BEM FIB Udinus, dan pada masa jabatan tersebut, ia juga diberi tanggung jawab sebagai Ketua Dinus Inside FIB 2023. Pada periode 2023-2024, Petter Hans menjabat sebagai Ketua BEM FIB Udinus.

Aktif dalam berorganisasi tak membuat Petter menomorduakan akademiknya. Mahasiswa program studi Bahasa Inggris ini telah meraih berbagai prestasi seperti kejuaraan menulis esai hingga publikasi artikel penelitian di jurnal prosiding internasional. Prestasinya dalam bidang akademik maupun non akademik mengantarkannya meraih Peringkat 1 Mahasiswa Berprestasi program Sarjana tingkat Universitas pada tahun 2024.

Tak hanya itu, Petter juga mengeksplorasi ketertarikannya terhadap bidang pariwisata Kota Semarang. Tahun ini, ia mengikuti ajang Denok Kenang Kota Semarang dan berhasil meraih Juara 3 Denok Kenang Kota Semarang 2024, menjadikannya anggota komunitas tersebut. “Saya memiliki ketertarikan pada bidang pariwisata, sehingga saya memutuskan mengikuti ajang Denok Kenang Kota Semarang 2024 untuk mengekspresikan minat saya melalui pemilihan Duta Pariwisata ini,” jelas Petter.

Dalam mengikuti ajang tersebut, ia harus mempelajari banyak hal tentang kebudayaan dan pariwisata Kota Semarang, serta memanfaatkan media sosial untuk mempromosikannya. Petter mengungkapkan bahwa menjadi anggota komunitas ini memperluas relasinya dan meningkatkan kepercayaan diri untuk berbagi pengalaman berwisata di Kota Semarang.

“Dengan menjadi anggota komunitas Denok Kenang, saya bisa memperluas relasi saya dengan anggota-anggota dari berbagai sekolah dan kampus di Semarang. Saya menjadi lebih percaya diri untuk membagikan pengalaman berwisata di Kota Semarang, mendukung kemajuan pariwisatanya,” ungkapnya.

Kesibukan Petter membuatnya harus pandai memanajemen waktu. Menurutnya, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan prioritas. Dia mengutamakan akademik terlebih dahulu, kemudian non-akademik, dengan prinsip bahwa keduanya sama penting. “Dalam sudut pandang saya, akademik diutamakan terlebih dahulu, kemudian non-akademik. Namun, keduanya sama penting dan harus bertanggung jawab, sehingga prinsip ini membuat saya bertahan hingga sekarang,” jelasnya.

Mahasiswa yang meraih Juara Favorit Short Video Competition Hospitour Tahun 2023 oleh Universitas Pelita Harapan Jakarta dan publikasi artikel penelitian di Jurnal Prosiding Internasional “IVICOLL: International Virtual Conference on Language and Literature” oleh Politeknik Negeri Malang Tahun 2023 ini berpesan kepada seluruh mahasiswa Udinus agar memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan diri sebagai bekal menghadapi dunia kerja nanti.

“Kalian memiliki kebebasan memilih untuk berprestasi di bidang akademik maupun non akademik. Lakukan riset terlebih dahulu untuk mempertimbangkan apakah kalian ingin aktif di bidang akademik atau non-akademik. Setelah itu, tentukan tujuan dan arah keinginan kalian, pilih aktivitas yang disukai untuk mendukung potensi/bakat kalian. Jika mendapat prestasi seperti juara dan penghargaan, itu adalah bonus dari ketekunan. Manfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan diri di masa perkuliahan, karena ini adalah waktu krusial sebagai bekal menghadapi dunia kerja nanti,” tutupnya.

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: