Foto Panggung Itu (Enggak) Asik

Foto Panggung Itu (Enggak) Asik

Foto panggung merupakan seni memotret moment indah yang terjadi diatas panggung. Yose Riandi atau sering di sapa Bang Yose membagi ilmunya tentang foto panggung dalam Shoot The Breeze dengan tema Foto Panggung Itu (Enggak) Asik pada hari minggu 23/10. Shoot The Breeze adalah sesi santai sore dimana kita dapat saling bertukar ide, gagasan dan tanya jawab yang rutin diselenggerakan di Impala Space. Impala space merupakan suatu ruang kerja atau tempat berkumpul anak muda penggerak industri kreatif yang bertempat di cafe Spiegel Kota Lama Semarang.

 

Foto Panggung Itu (Enggak) Asik
Foto Panggung Itu (Enggak) Asik

Dalam seminar tersebut hadir juga Wahyudi D. Hartanto atau Hyudee sebagai moderator. Bang Yose mulai masuk dalam dunia fotografi pada tahun 2002 saat magang di majalah musik. Dan dia benar- benar serius dalam fotografi panggung mulai tahun 2011. Sebelumnya dia pernah melakukan berbagai macam fotografi dari photo produk, olah raga, fashion. Dan dia menjelaskan dalam foto panggung tidak melulu tentang foto penyanyi, namun opera, wayang, tari itu juga termasuk didalamnya.

“Foto panggung itu sangat menyenangkan” kata Bang yose. Karena bisa mengetahui kebiasaan sang seniman itu mulai dari melakukan persiapan belakang panggung, ritual berdoa agar menampilkan yang terbaik sesaat sebelum tampil, hingga di atas panggung. Dan tentunya hal seperti itu adalah sesuatu yang menarik untuk diabadikan, bahkan yang tidak terlihat mata juga tak kalah menarik, seperti song list hingga ciri khusus pada seniman atau penyanyi. Namun yang terjadi dibelakang panggung tidak semuanya bisa di abadikan, terkadang artis juga memiliki privasi agar tidak di publikasikan. Jadi sebagai fotografer panggung harus bisa membaca situasi kondisi dan privasi sang artis.

Foto Panggung Itu (Enggak) Asik
Foto Panggung Itu (Enggak) Asik

“Setting untuk kamera yang biasa dilakukan untuk foto panggung seperti apa” salah satu pertanyaan dari peserta. Bang Yose memberikan jawaban bahwa dia tidak faham dengan setting-setting yang harus dilakukan. Yang biasa dilakukan agar hasil fotonya menarik adalah menghindari dari goyangan, dan terkadang dia juga bermain sped agar lebih menarik. Persiapan yang dilakukan harus matang, seperti mencari info di Google tentang sang artis ketika di atas panggung, datang lebih awal untuk melihat kondisi, dan kondisi fisik yang terpenting. Dia juga memberi tips kalau tidak mendapat akses masuk untuk stage yaitu dengan membawa kursi lipat agar proses menggambil gambar tidak terganggu dengan kerumunan penonton yang ada di depan kamera.

“Semua sudut atau angel untuk mengambil gambar artis di atas panggung itu menarik” kata Bang Yose. ”Dari samping bahkan dari belakang pasti ada hal yang menarik untuk di foto” tambahnya. Dia juga menjelaskan bahwa dalam fotografi panggung juga ada faktor keberuntungan seperti tiba-tiba sang artis mendekati sang fotografer yang stay di samping panggung. Moment menarik juga terkadang hanya akan terjadi sekali dan yang paling ditunggu-tunggu, contohnya band burgerkill yang paling ditunggu adalah saat sang vokalis mengibaskan rambutnya.

Foto Panggung Itu (Enggak) Asik
Foto Panggung Itu (Enggak) Asik

Pesan dari Bang Yose di akhir acara adalah “jangan pernah memilih milih untuk memotret seniman, entah dia terkenal atau tidak kita suka dengan artis itu atau tidak. Karena kita tidak tahu dia nantinya akan jadi seperti apa”.

 

Oleh : Rifqi Hidayat

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: