Maba dan Dosen FIB Tampil Cosplay di Dinus Inside 2025

Maba dan Dosen FIB Tampil Cosplay di Dinus Inside 2025

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali menggelar Dinus Inside pada Selasa, 9 September 2025, bertempat di Aula Lantai 5 Gedung B.

Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB, Edmilson Jose Andreas Susanto, menjelaskan bahwa konsep dress code tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, mahasiswa mengenakan pakaian daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Namun, di bawah kepemimpinan baru, FIB menghadirkan inovasi dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk berekspresi melalui cosplay.

“Jadi kenapa kita mau usung buat dress code-nya ya cosplay? Sebenernya kan tema acaranya di Dinus Inside FIB itu ‘From Local Roots to Global Routes’. Nah, salah satunya dengan cosplay, kita ingin menunjukkan bahwa di FIB ini banyak budaya yang bisa diekspresikan. Mulai dari anime, film barat, film Asia, bahkan seri Netflix pun bisa jadi pilihan,” ujarnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris (HMBI), Ayu’ Widya Pasha, menambahkan bahwa keunikan tahun ini terletak pada partisipasi dosen. “Menurut aku sih yang tahun sekarang itu kan kita cosplay ya kak, jadi cosplaynya kan cosplay karakter fiksi, itu yang menariknya itu sama nanti kan dosen juga ikut cosplay, jadi fashion show itu yang menarik sih kak,” ungkapnya.

Selain memperkenalkan budaya melalui cosplay, rangkaian kegiatan juga meliputi pengenalan UKM dan Ormawa, baik tingkat universitas maupun fakultas. Tidak hanya itu, mahasiswa baru juga diajak mengenal lebih dekat dosen, staf TU, Center for Foreign Language Training (CFLT), hingga tenaga pendukung di lingkungan FIB. Hal ini bertujuan agar seluruh keluarga besar FIB saling mengenal sejak awal. Puncak acara ditutup dengan sesi sharing dari para dosen sebagai bentuk motivasi dan penguatan untuk mahasiswa baru.

Penulis: Dinar Emilia

Editor: Aiska Muti Salsabila

Dokumentasi: Wartadinus (Dina Amelia)

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: