Pratama Arhan Raih Gelar Sarjana Manajemen dengan Ijazah Blockchain Pertama di Indonesia

Pratama Arhan Raih Gelar Sarjana Manajemen dengan Ijazah Blockchain Pertama di Indonesia

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) meluluskan 840 wisudawan pada upacara Wisuda ke-87 yang dilaksanakan di Hotel Patra Semarang & Convention pada Rabu (29/4) dan Kamis (30/4). Salah satu wisudawan yang hadir pada hari pertama adalah pesepak bola nasional, Pratama Arhan Alif Rifai, yang resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M.). 

Meski memiliki jadwal yang padat, Pratama Arhan tetap memprioritaskan pendidikan S-1 di Udinus. Keberhasilan ini menunjukkan kegigihannya dalam menghadapi tantangan besar membagi waktu antara kuliah dengan latihan dan pertandingan sepak bola. Arhan mengaku sangat bersyukur pihak kampus memberikan dukungan serta fleksibilitas yang membantunya dalam menyelesaikan studi hingga lulus. 

Seiring dengan prestasi Arhan di luar lapangan, Udinus juga mencetak sejarah sebagai universitas pertama di Indonesia yang menggunakan ijazah berbasis blockchain. Inovasi ini dikembangkan melalui kerja sama dengan Dubai Blockchain Center (DBC), Indonesia Blockchain Center (IBC), serta Sealbound UAE. Teknologi tersebut diterapkan untuk menjamin keamanan dan keaslian dokumen akademik lulusan agar tidak dapat dipalsukan dan mudah diverifikasi. 

Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., menjelaskan bahwa penggunaan ijazah blockchain ini bertujuan untuk menjamin keaslian ijazah dan mencegah adanya pemalsuan sehingga tidak dapat dimanipulasi. 

“Dengan teknologi ini, setiap ijazah lulusan Udinus memiliki sistem verifikasi digital yang tidak dapat dimanipulasi. Dengan demikian, keaslian ijazah lulusan kami akan terverifikasi secara global,” ungkap beliau. 

Pencapaian Arhan dan Udinus menjadi bukti nyata bahwa karier profesional serta pendidikan tinggi dapat berjalan selaras dengan kerja keras dan disiplin. Selain memberikan dukungan penuh bagi para atlet nasional maupun internasional untuk terus berprestasi, penerapan ijazah berbasis blockchain ini juga membantu para lulusannya dalam hal keabsahan dan pengakuan dokumen pendidikan. 

Penulis: Amilla Hanin Lutfiyani & Linis

Editor: Shazia Mirza

Dokumentasi: Wartadinus (Dona Sukmawati) 

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: