Peter Pan

Peter Pan

Seturut waktu yang tak henti beranjak 
Menggulir konstan, menghapus dan menambah jarak 
Kita bertumbuh dari masa kanak-kanak
Menyongsong babak baru dirasa abstrak pun mendadak

Dilempar tanpa persiapan
Diberi ekspektasi tak berkesudahan
Dijatuhi bermacam-macam tekanan
Namun tak diperbolehkan meneriakkan keluhan

Menjadi dewasa adalah momok yang mengerikan
Pantas cerita “Peter Pan” diciptakan
Pantas anak itu ingin selamanya tinggal di Neverland
Sayangnya kita bukanlah imajinasi yang menyenangkan

Kita harus persiapkan diri menghadapi dunia
Asah terus bakat dan minat memasuki usia layak kerja
Tak bisa lagi bergantung pada orang tua
Tak bisa lagi bermain-main dan lari dari tanggung jawab

Pertahankan moral dan nurani
Perkuat ilmu dan akal budi
Karena kita bukanlah ‘Peterpan’ si fiksi
Kita adalah ‘Wendy’ si pemimpi

Penulis: Katarina Setiawan

Editor: Mayang Luh Jinggan

Gambar: Disney

Related Post

Kayu Jati Tak Bernyawa

Kayu Jati Tak Bernyawa

Kusaksikan derai an air hujan yang jatuh di tempat sunyi itu lagi. Kurasakan tiap kesedihan…

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: