War Takjil Jadi Antusiasme Warga Non Muslim

War Takjil Jadi Antusiasme Warga Non Muslim

Sumber: Liputan6.com

Istilah “War Takjil” tengah viral di media sosial sebagai simbol kebersamaan masyarakat dalam menyambut kuliner Nusantara. Fenomena ini tidak hanya melibatkan umat muslim, tetapi juga memicu antusiasme tinggi dari warga non-muslim yang tak ingin ketinggalan mencicipi kudapan khas Ramadan. Semangat toleransi ini menyatukan berbagai latar belakang, seperti yang terlihat pada komentar akun TikTok @mbak ipung di postingan @steven.stenlyy, “Makasih Koh udah jadi sarana rejeki buat saudara-saudara kita yang jualan takjil. Salam toleransi.”

Salah satu titik kemeriahan “War Takjil” berada di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Memasuki awal Ramadan 1447 H tahun 2026, para pedagang di kawasan Bendungan Hilir (Benhil) sudah menyiapkan lapaknya sejak pukul 13.00 WIB. Berbagai hidangan favorit mulai dari gorengan, bubur manis, kolak, hingga makanan ikonik seperti lemang laris manis diserbu pembeli bahkan sebelum waktu berbuka tiba.

Ratusan warga sudah memadati Bazar Takjil Benhil untuk berburu aneka makanan berbuka puasa sejak siang hari. Persaingan sehat antara warga muslim dan non-muslim dalam memburu takjil favorit ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. Mereka mengaku sangat senang karena dagangannya seringkali habis dalam hitungan jam.

Antrean Mengular dan Omzet Melonjak

Saking ramainya, antrean di hampir setiap lapak tampak mengular. @libranya _ ade memberikan komentar pada postingan TikTok yang diunggah oleh akun  @rafxxx_____,  “Terima kasih buat yang nonis karena melariskan UMKM… meski bagi kami yang muslim itu sama dengan melarikan takjil-takjil kami.” Berkat fenomena ini, omzet pedagang di Benhil dilaporkan melonjak drastis hingga mencapai angka dua digit dalam sehari.

Bulan Ramadhan menjadi bulan penuh berkah, tidak hanya dirasakan oleh para orang-orang muslim saja, tetapi para pedagang yang berjualan dan juga orang-orang non muslim yang senang berburu takjil. Seperti komentar yang diunggah oleh akun @oppo.alima52 pada postingan TikTok akun @steven.stenlyy “Bulan Ramadhan penuh berkah, berkah untuk kita semua, meskipun kita berbeda agama, tapi bagi nonis juga jadi ladang mencari kebaikan untuk terus berbuat baik dengan membeli dan terus membagikan makanannya.”

Keberagaman di Indonesia justru semakin erat melalui tradisi unik ini. Perbedaan agama bukan penghalang, seperti yang dirangkum dengan indah oleh akun seperti yang disampaikan oleh akun @rahmad.batu.bara pada postingan TikTok akun @atpotret “Itulah indahnya di indonesia perbedaan yang beragam menyatukan kita saling melengkapi, saling membutuhkan satu sama yang lain.”

Penulis: Linis Yunita A. & Citra Aulia Fadila
Editor: Dinar Emilia
Sumber: depok.tribunnews.com, amp.suara.com, liputan6.com,

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: