AODF 3 Mengusung Tema “One Map, One Goal”, Tantang Peserta Uji Navigasi di Kampung Pelangi.

AODF 3 Mengusung Tema “One Map, One Goal”, Tantang Peserta Uji Navigasi di Kampung Pelangi.

Aldakawanaseta Orienteering Dinus Festival 3 (AODF 3) kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian Dinus Festival. Kegiatan ini mengusung tema “One Map, One Goal” yang bermakna satu peta sebagai satu tujuan bersama dalam menjalin silaturahmi dan meningkatkan kemampuan navigasi.

Ketua Pelaksana AODF 3, Muhammad Rifki Putra Pradiya, menjelaskan bahwa kegiatan ini terbuka untuk pelajar dan peserta umum, khususnya anggota Mapala dan siswa pencinta alam. Menurutnya, orienteering bukan hanya soal lomba, tetapi juga wadah untuk membangun relasi dan menambah pengalaman di bidang navigasi darat.

“Tujuan utamanya tetap menjalin tali silaturahmi antara Mapala dan siswa pencinta alam, sekaligus menambah pengalaman peserta dalam belajar bernavigasi,” ujarnya.

AODF 3 mengusung cabang lomba orienteering, yaitu perlombaan navigasi mencari titik-titik tertentu dengan membaca peta tanpa bantuan alat apa pun. Penilaian dilakukan berdasarkan kelengkapan poin yang diperoleh serta waktu tercepat yang dicapai peserta dalam menyelesaikan rute.

Kegiatan AODF 3 dilaksanakan selama dua hari, yakni Sabtu 7 Februari – Minggu 8 Februari 2026. Pada hari pertama, rangkaian acara meliputi pendaftaran peserta, pembukaan, serta technical meeting. Sementara itu, lomba inti dilaksanakan pada hari kedua, dimulai sejak pukul 06.00 WIB berkumpul dengan karantina peserta di area parkiran kampus.

Peserta kemudian diberangkatkan menuju Kampung Pelangi sebagai lokasi lomba. Start lari dimulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, dilanjutkan dengan free time, kembali ke kampus, dan ditutup dengan acara awarding.

Pemilihan Kampung Pelangi sebagai lokasi lomba bukan tanpa alasan. Selain letaknya yang strategis dan dekat dengan kampus, lokasi tersebut memiliki karakter medan yang menantang dengan jalan yang naik turun agar mampu mengasah mental dan fisik peserta.

“Dulu pada tahun 2019, kami sempat merencanakan lomba orienteering tingkat internasional di Kampung Pelangi, tapi terpaksa dibatalkan karena pandemi COVID-19. AODF 3 ini sekaligus meneruskan konsep yang sempat tertunda,” ungkap Rifki.

Ke depannya, Rifki berharap AODF tidak hanya berfokus pada lomba panjat tebing dan orienteering yang rutin digelar setiap tahun, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi lomba baru dengan cakupan yang lebih luas.

Penulis: Dona Sukmawati
Editor: Dinar Emilia
Dokumentasi: Wartadinus (Dona Sukmawati) 

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: