Perjalanan Singkat Melintasi Batas Nalar

Perjalanan Singkat Melintasi Batas Nalar

Peristiwa Isra Miraj bukan hanya sekedar catatan sejarah yang ada dalam kalender islam, melainkan sebuah perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW yang mengandung pesan penuh cinta, harapan, dan perintah untuk beribadah yang menjadi cara manusia untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Peristiwa Isra Miraj terjadi pada 27 Rajab. Sebelum peristiwa ini terjadi, Nabi Muhammad sedang berada pada masa-masa yang paling berat. Masa tersebut disebut dengan Amul Huzni yang berarti tahun kesedihan. Pada masa itu, beliau kehilangan istrinya yaitu Siti Khadijah dan pamannya, Abu Thalib. Pada saat dakwah Nabi sedang berada di titik yang paling berat, Isra Miraj hadir sebagai tasliyah atau penghibur hati dari Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW.

Isra Miraj merupakan perjalanan luar biasa yang ditempuh dalam waktu satu malam oleh Nabi Muhammad SAW. Perjalanan tersebut terbagi menjadi dua tahap; 

  1. Isra yang bermakna perjalanan malam yang ditempuh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) menggunakan buraq.
  2. Miraj yang berarti “tangga” atau alat yang digunakan untuk naik. Istilah tersebut merujuk pada perjalanan vertikal yang dilakukan oleh Nabi dari bumi melintasi langit ke tujuh hingga sampai ke Sidratul Muntaha untuk bertemu langsung dengan Allah SWT.

Perintah Salat Lima Waktu

Pada saat Nabi bertemu langsung dengan Sang Pencipta, beliau menerima oleh-oleh terindah berupa perintah untuk mengerjakan ibadah shalat lima waktu. Jika wahyu lainnya diturunkan melalui perantara malaikat Jibril, kini perintah untuk mengerjakan shalat lima waktu diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW di hadapan Allah SWT. Perintah untuk mengerjakan shalat lima waktu ini berawal dari Allah SWT yang memerintahkan untuk melakukan shalat 50 waktu. 

Nabi Musa as memberikan saran kepada Nabi Muhammad SAW untuk meminta keringanan hingga akhirnya shalat yang dikerjakan menjadi 5 waktu. Meskipun jumlahnya menjadi berkurang, akan tetapi hal tersebut tidak mengurangi pahala yang diterima. Pahala yang diterima tetap setara dengan mengerjakan 50 kali waktu shalat, bagi mereka yang mengerjakannya dengan ikhlas sepenuh hati. 

Hikmah dan Pelajaran

Di zaman yang serba cepat ini, Isra Miraj memberikan pelajaran berharga terkait dengan pentingnya jeda spiritual di tengah-tengah kesibukan dunia sebagai sarana komunikasi dengan sang pencipta. Selain itu, peristiwa ini juga mengajarkan kita bahwa tidak semua hal dapat diukur hanya dengan logika manusia, melainkan dengan keimanan. Meski telah mencapai titik tertinggi di alam semesta, Nabi Muhammad tetap kembali ke bumi untuk menuntun umatnya ke jalan yang benar. Itu merupakan contoh pemimpin yang luar biasa. 

Penulis: Puji Rahayu

Editor: Annisa Cardina

Dokumentasi: sulbar.tribunnews.com

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: