Suara bagi Mereka yang Dibungkam, Perjalanan dan Karir Leila S. Chudori

Suara bagi Mereka yang Dibungkam, Perjalanan dan Karir Leila S. Chudori

Leila Salikha Chudori atau yang lebih dikenal dengan sebutan Leila S. Chudori adalah seorang jurnalis, penulis dan sastrawan yang lahir di Jakarta, 19 Desember 1962. Sedari kecil, Leila dan kedua kakaknya dibiasakan membaca buku oleh kedua orang tua mereka dan akan ada buku baru setiap bulannya. “Buku buat saya itu adalah kebutuhan, seperti oksigen. Menurut saya, buku itu jauh lebih membuat kita menjadi manusia,” ujar Leila dalam wawancaranya bersama Kompas. Buku menjadi kunci utamanya dalam menulis.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya di Kanada, ia memilih mengikuti jejak ayahnya menjadi jurnalis. Pada masa itu, ia banyak meliput peristiwa-peristiwa zaman pemerintahan Orde Baru. Ia menjadi banyak mengetahui bagaimana orang-orang yang ditangkap dan disiksa oleh para rezim. Hal ini mempengaruhi keinginan menulisnya, yang sebelumnya lebih menonjol di pembahasan kesetaraan gender, seperti salah satu bukunya yaitu “Malam Terakhir”. Kemudian ia beralih menulis dengan mengangkat isu-isu politik.

Salah satu bukunya yang terkenal dan meraih penghargaan adalah “Laut Bercerita”. Novel ini menceritakan kisah tragis aktivis yang diburu, disiksa, hingga dibunuh oleh pemerintah pada masa Orde Baru. Di dalamnya juga membahas perspektif keluarga korban yang kehilangan dan merindukan sosok yang hilang hingga saat ini. Saat menulis buku ini, Leila melakukan banyak usaha, mulai dari melakukan riset mendalam tentang peristiwa yang terjadi, mewawancarai beberapa aktivis yang kembali, juga meneliti tempat-tempat yang menjadi latar cerita buku ini.

Selain “Laut Bercerita”, terdapat banyak buku-bukunya yang telah mendapatkan penghargaan bergengsi dan diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Contohnya, novel “Pulang” yang meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (KLA) tahun 2013 dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Perancis. Banyak penghargaan yang telah ia terima dari buku-buku yang ia lahirkan. Tulisannya yang berani dan kritis, menginspirasi banyak orang untuk berani dalam menyampaikan kebenaran. 

Penulis: Amilla  Hanin Lutfiyani
Editor: Dinar Emilia
Sumber: Gramedia.com dan Kompas.com,
Dokumentasi: ubudwritersfrstival.com

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: