Dendam Malam Kelam, Sebuah Film Ketika Cinta Menjelma Menjadi Teror di Gelapnya Malam

Dendam Malam Kelam, Sebuah Film Ketika Cinta Menjelma Menjadi Teror di Gelapnya Malam

Melihat dari judulnya, Dendam Malam Kelam mampu membuat seseorang merasakan misteri dan kengerian yang pekat. Sebuah film yang disutradarai oleh Danial Rifki, rilis pada 28 Mei 2025 di Netflix. Arya Saloka, Bront Palarae, Marissa Anita dan Davina Karamoy, hadir menjadi pemeran dalam film tersebut. Berkat alur serta akting yang mengesankan, film ini berhasil bertahan lama dalam sepuluh kategori tontonan populer Netflix Indonesia. 

Perselingkuhan, keserakahan, dendam, menjadi tiga isu yang lekat pada kehidupan sosial saat ini. Menariknya, film ini berhasil mengangkat semua isu tersebut dengan menciptakan atmosfer horor yang mencekam dan plot yang tidak terduga.

Film ini berkisah tentang Jefri (Arya Saloka), seorang dosen yang diangkat menjadi direktur utama perusahaan farmasi milik istrinya, Sofia (Marissa Anita). Kehidupan rumah tangga mereka harmonis, hingga perlahan komunikasi di antaranya kian memburuk. Jefri membohongi Sofia dan memilih untuk menyimpan hubungan gelap dengan Sarah (Davina Karamoy). Diliputi nafsu dan keserakahan, keduanya merencanakan pembunuhan terhadap Sofia demi membuka jalan bagi hubungan terlarang mereka. 

Namun, segalanya berubah ketika jasad Sofia hilang saat sebelum diotopsi. Kasus ini kemudian ditangani oleh penyidik Arya Pradana (Bront Palarae), sosok yang ternyata menyimpan rahasia kelam dari masa lalunya. Keberadaannya membuat konflik menjadi semakin rumit dan menegangkan. 

Berbeda dari film horor Indonesia pada umumnya, Dendam Malam Kelam tidak hanya menawarkan kengerian yang mencekam, tetapi juga menggali sisi gelap manusia. Film ini menggambarkan bagaimana keserakahan dapat menuntun seseorang untuk melampaui moral yang ada. Dengan perpaduan kisah misteri, drama psikologis, dan isu sosial, Dendam Malam Kelam menjadi film yang menarik untuk disaksikan. Tidak hanya menimbulkan ketegangan misteri, film ini juga meninggalkan pesan moral yang berkesan bagi penonton. 

Penulis: Giwang Dinar Rahajeng 
Editor: Dinar Emilia 
Dokumentasi: imdb.com

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: