Serangan Keenam Iran atas Pemboman Amerika Serikat dan Israel Picu Ketegangan di Timur Tengah

Serangan Keenam Iran atas Pemboman Amerika Serikat dan Israel Picu Ketegangan di Timur Tengah

Ilustrasi serangan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, Sumber : antaranews

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran meluncurkan gelombang serangan keenam sebagai balasan atas pemboman yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya. Serangan ini kembali memicu meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan gelombang serangan keenam pada Minggu, 1 Maret 2026. Langkah ini disebut sebagai balasan atas pemboman yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran beberapa waktu sebelumnya.

Dalam serangan tersebut, Iran dilaporkan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan Arab. Iran mengklaim bahwa target serangan mencakup 27 pangkalan militer Amerika Serikat, Pangkalan Udara Tel Nof, markas militer Israel HaKirya di Tel Aviv, hingga kompleks industri pertahanan Israel.

Dampak serangan ini terasa di berbagai wilayah. Ledakan terdengar di sejumlah wilayah regional, termasuk Dubai dan Doha. Selain itu, laporan serangan juga muncul dari Bahrain, Irak, Uni Emirat Arab, serta beberapa titik di Kuwait. Rangkaian serangan tersebut menunjukkan bahwa konflik yang awalnya terjadi antara Iran dan Israel kini mulai berdampak pada kawasan yang lebih luas di Timur Tengah.

Berdasarkan laporan dari AFP, ledakan keras terjadi di dekat Bandara Erbil, Irak. Wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu lokasi pangkalan  pasukan koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Ledakan tersebut disertai kepulan asap hitam tebal yang terlihat di atas wilayah pusat dan timur kota.

Sehari sebelumnya, pada Sabtu, 28 Februari 2026, pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat dilaporkan berhasil menembak jatuh sejumlah rudal dan drone bermuatan bahan peledak yang melintas di atas wilayah Erbil. Beberapa serangan menimbulkan kerusakan di sekitar fasilitas militer tersebut.

Citra satelit pada Minggu, 1 Maret 2026, menunjukkan kerusakan yang cukup parah di pangkalan militer di wilayah Erbil, Kurdistan Irak. Selain itu, asap juga terlihat mengepul dari sebuah bangunan di Pelabuhan Jebel Ali, Dubai, yang diketahui kerap digunakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.

Inggris dan Perancis Terlibat dalam Dukungan Militer

Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel juga menarik keterlibatan negara-negara Barat lainnya. Inggris menyatakan turut membantu operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengonfirmasi bahwa pemerintahnya memberikan izin penggunaan pangkalan militer Inggris di kawasan Timur Tengah untuk mendukung operasi tersebut.

Sementara itu, Prancis menyatakan kesiapannya untuk membela negara-negara Teluk Arab dan Yordania jika terjadi serangan lanjutan dari Iran. Pernyataan ini menunjukkan bahwa konflik tersebut tidak hanya melibatkan negara-negara yang bertikai secara langsung, tetapi juga berpotensi menarik keterlibatan negara lain.

Respons Keras Arab Saudi dan Kekhawatiran Stabilitas Kawasan

Arab Saudi menjadi salah satu negara yang merespons keras situasi ini. Pemerintah Saudi menyatakan kesiapan untuk melakukan serangan balasan terhadap Iran setelah wilayah Riyadh dan kawasan timur Saudi dilaporkan terkena serangan rudal.

Di sisi lain, Uni Emirat Arab menegaskan penolakannya terhadap  penggunaan wilayah regional sebagai medan konflik. Pemerintah UEA juga menyoroti bahwa meningkatnya ketegangan ini dapat berdampak pada stabilitas ekonomi regional, termasuk keamanan pasokan energi global.

Qatar dan Kuwait Kecam Serangan Iran

Qatar dan Kuwait juga menyampaikan kecaman terhadap serangan yang dilakukan Iran. Kedua negara tersebut menyatakan kekhawatiran bahwa konflik ini dapat memperburuk situasi keamanan di kawasan. Kuwait secara khusus menegaskan bahwa negaranya memiliki hak untuk membela diri sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap serangan yang dianggap telah melanggar kedaulatan negaranya.

Perkembangan Terbaru Konflik

Dalam perkembangan terbaru yang dilansir dari Detik.com, Iran mengancam akan menargetkan reaktor nuklir Israel di Dimona jika Amerika Serikat dan Israel terus melanjutkan serangan terhadap Iran atau berupaya menggulingkan pemerintahan di Teheran. Ancaman tersebut disampaikan oleh pejabat militer Iran yang dikutip oleh kantor berita Iran, ISNA. Reaktor nuklir di Dimona diyakini sebagai salah satu fasilitas penting dalam program nuklir Israel. Ancaman tersebut menunjukkan bahwa konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel semakin memanas dan berpotensi meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas.

Keywords: Serangan Keenam Iran, Israel, Amerika Serikat

Penulis & Periset : Fara Amelia Syarif & Aiska Muti Salsabila

Editor : Annisa Cardina Kamilia Aziz

Dokumentasi : Antara News ANTARA KALBAR

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: