Rasa penat pasti akan dirasakan tiap orang. Apa faktornya? Apa karena membukitnya kerjaan di kantor? Ketidakpastian kapan sidang atau sekadar jenuh selama setahun melakukan kegiatan itu-itu saja? Huft. Itulah yang aku rasakan.
Kupegang gadget ku yang tergeletak di kasur, masuk sebuah notifikasi grup “Anwar Family “ obrolan seru yang muncul di pagi itu. Bibi ika, membahas rencananya untuk berkunjung ke Semarang. “Mumpung Zanu libur sekolah,” ucapnya.
Tak terasa satu minggu berlalu, terlihat Papa sudah menyeka debu-debu mobil di garasi pukul tujuh pagi siap menjemput. Benar, Bibi Ika mengabari kami bahwa pesawatnya akan landing di jam segitu. Aku membayangkan betapa serunya bermain bersama sepupuku itu, Zanu. Aku sudah tahu dia hobi berenang dan berpetualang, mungkin destinasi saat libur akhir tahun ini kami akan ke alam.
Tin… tin…
Suara klakson Papa berbunyi di depan pagar, tergesa-gesa aku membukanya. Beberapa koper yang dibawa mereka dari Kalimantan segera ku tarik masuk ke rumah. Tak butuh waktu lama untukku canggung ke adikku, maklum memang aku anak terakhir di keluargaku jadi jarang berinteraksi dengan yang namanya anak kecil.
Selama seminggu Bibi Ika disini, Kakak ku sibuk mencari destinasi yang pas untuk kita berlibur, seharian ia bergelut dengan explore Google “Rekomendasi objek wisata terdekat” dan “Hidden gem yang ada di sekitar Semarang” serta masih banyak histori pencarian di handphone nya. Kami pun memutuskan untuk ke destinasi pemandian, yaitu sungai. Bosan rasanya apabila hanya di sekitar Semarang pikir kami, kemudian kami berpikir bagaimana kalau berwisata sungai lintas kota, Salatiga misalnya? di mana Salatiga adalah kota kecil yang pesona alamnya sangat memikat dan juga menyimpan berbagai destinasi wisata air terbaik yang jernihnya menenangkan jiwa sayang untuk dilewatkan.
Dengan bermodalkan searching di Google, Kakak merekomendasikan destinasi Sungai Odo. Kami sedikit pesimis awalnya saat berangkat, bagaimana tidak? Kami berlibur di bulan penghujan yaitu Desember yang biasanya debit aliran sungai akan deras bukan? Tapi tak mengapa, kami mengharapkan peruntungan cuaca yang cerah. Zanu terlihat berseri, ia bahkan sudah memakai baju renang saat didalam mobil. Tak perlu waktu lama perjalanan yang kami tempuh mungkin satu setengah jam untuk sampai ke Salatiga.
Kakak sebagai pemandu perjalanan terlihat serius melihat rute Google Maps nya yang mengarah ke Sungai Odo. Mobil pun berbelok ke sebuah gang desa, di sekeliling kami penuh pohon-pohon rindang namun anehnya rumah-rumah para penduduk terlihat lengang.
“Apa ini kampung mati?” batinku. Jalan semakin menyempit dan terus menyempit, sampai di titik Google Maps yang telah ditentukan. Namun hanya tanah lapang yang dikelilingi pepohonan.
“Lah mana sungainya?” celetuk Zanu. Papa curiga mengapa objek wisata yang cukup terkenal keindahannya namun kondisinya sesepi ini? Ia bergegas turun mencari rumah penduduk terdekat.
Terlihat seorang Kakek tua sedang mengasah pisau. “Permisi pak,” ucap papa. Tersentak kakek tua itu mendengar sapaan papa.
“Wonten nopo nggih?” ucap kakek itu dengan bahasa jawa yang kental. Papa segera menanyakan di mana Sungai Odo terletak.
“Oalah, Kali Odo? kaline asat mas, musim udan mesti asat,” jelas sang kakek.
Papa mengernyit, ia berpikir keras bagaimana bisa kering? Bukannya ini musim penghujan, apalagi memang cuaca saat kita tiba hujan rintik-rintik. Kami yang berada di dalam mobil bertanya-tanya melihat gelagat papa sejauh 100 meter disana bersama si kakek itu, aku pun memecah keheningan di mobil dengan berkata jangan-jangan memang sungainya telah hilang. Kakak kebingungan. Ia berusaha mencari informasi di handphone, dengan kata kunci Sungai Odo kering. Benar saja, pencarian Sungai Odo mengering berada di paling atas. Baru terungkap memang ada fakta bahwa sungai itu akan mengering jika musim penghujan, sedangkan di musim kemarau akan melimpah airnya. Warga memercayai bahwa para leluhur terdapat permintaan kalau musim penghujan sungai akan kering agar bisa menampung air hujan.
Penulis : Dinda Nabila Setiana
Editor : Shazia Mirza
Dokumentasi : Pinterest